Pentingkah Bahasa Sunda di sekolah ?

Satu pertanyaan kecil yang mungkin ada di benak Para guru khusunya guru guru sekolah dasar dan guru guru pada umumnya, kali ini penulis akan sedikit mengulas apa danb bagaimana kedudukan Bahasa Daerah di sekolah. Bahasa daerah, sebagai bahasa Ibu jelas sangat penting, di Jawa Barat bahasa daerah yang digunakan tentunya bahasa Sunda, namun sangat di sayangkan di jawa barat sendiri keberadaan bahasa sunda semakin tergusur oleh bahasa Inggris atau bahasa asing lainya, padahal jika kita perhatikan bahasa sunda merupakan budaya bangsa yang harus terus di jaga agar tidak hilang, ini jelas bukan tugas yang mudah, jelas ini juga merupakan tanggung jawab depertemen pindidikan, terlebih saat ini departemen pendidikan kembali menyatu dengan departemen kebudayaan, tentunya semakin kuat apa bila lembaga terkait melakukan kebijakan yang sifatnya lebih luas untuk terus menjaga keberadaan bahasa daerah, tentunya bahasa daerah bukan saja bahasa sunda, masih banyak bahasa – bahasa lain yang juga harus terus di jaga, namun sangat disayangkan fakta dilapangan bahasa daerah khususnya bahasa sunda ternyata berada di dianatara kepunahan dimana bahasa sunda di tingkat sekolah dari sekolah Dasar sampai menengah atas ditempatkan di mata pelajaran Mulok yang mungkin jumlah jam nya sangat minim, ditambah kurangnya guru Bahasa sunda sehingga yang terjadi adalah memaksakan guru non bahasa sunda untuk memberikan pengajaran bahasa sunda, sehingga terjadi kesalahan dalam penerapan pembelajaran bahasa daerah atau bahasa sunda, sehingga jelas keberadaan bahasa daerah semakin berada di ujung kepunahan. Padahal ada aturan gubernur dimana setiap sekolah yang berada diJawa Barat wajib mengajarkan mata pelajaran Bahasa Sunda. Satu aturan kebijakan yang penulis anggap langkah positif untuk terus menjaga kelangsungan bahasa sunda, dalam kesempatan ini penulis sedikit menganalisa problem yang berkaitan dengan pembelajaran bahsa sunda.
1. Kuranganya tenaga ahli yang berkompeten dan mengusai sastra khususnya sastra sunda khusunya di tingkat sekolah dasar, mungkin di tingkat lanjutan dan menengah sebagian sudah memiliki guru Bahasa Sunda
2. Jumlah jam yang ada sangatlah minim, sehingga mengakibatkan kurangnya kuantitas dalam proses belajar mengajar bahasa sunda, karena menempatkan bahasa daerah pada mata pelajaran Mulok. Dimana mata pelajaran mulok dianggap tidak penting.
3. Kurangnya sarana penunjang baik dalam bentuk Buku atau pun lainya yang berkaitan dengan mata pelajaran
4. Peranan orang tua dirumah yang kurang peduli terhadap keberadaan bahasa daerah sehingga dilingkungan keluarga , bahasa sunda dianggap tidak penting
Itu sebagian kecil yang penulis analisa mengenai penyebab kelangsungan bahasa daerah, namun ada cara – cara agar bahasa sunda tetap lestari. Diantaranya :
1. Membiasakan anak didik menyapa guru dengan bahasa sunda di saat akan memulai kegiatan belajar atau berkahirnya jam belajar, dimana saat ini anak didik itu lebih senang menyapa dengan bahasa daerah.
2. Mengajak anak didik mengunjungi sanggar sangar seni khususnya seni sunda
3. Perlunya kesepahaman khususnya di lingkungan sekolah betapa pentingnya mata pelajaran bahasa sunda….
Sekali lagi jelas memang bukan tugas yang mudah untuk menjaga kelangsungan bahasa daerah karena semua elemen baik itu guru, dan kebijakan atau aturan yang dikeluarkan oleh pihak terkait yang berkaitan dengan pemebelajaran bahasa daerah harus terus bersinergi . Oleh karena itu slogan yang penulis anggap mengena adalah “ hayu nyundakeun urang sunda “

Penulis : Arie Frasetya Afrizal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: